Membuka Usaha Rumah Makan (Sumber Daya Manusia)

Posted: October 13, 2011 in tugas kampus

ayampada tugas softskill  kali ini saya diminta untuk membuat sebuah artikel mengenai sebuah wirausaha dalam melakukan perancanaan dan perekrutan tenaga kerja. Berhubung saya pribadi belum pernah melakukan suatu wirausaha , maka saya akan mencoba untuk sedikit berimajinasi dan melakukan sedikit penelitian dalam melakuakan suatu wirausaha.hehhee….😀

Salah satu bentuk wirausaha yang akan saya bahas adalah usaha sebuah rumah makan.  Jangan sekali-kali beranggapan bahwa mengelola rumah makan itu gampang. Usaha ini juga termasuk berisiko tinggi dan rumit.  Bisnis rumah makan bukanlah bisnis yang sederhana. Sebenarnya mengelola bisnis jenis ini sangatlah kompleks dengan berbagai permasalahan baik yang bersifat teknis maupun nonteknis. Problematika yang harus dihadapi pebisnis rumah makan, katanya, lebih tinggi jika dibandingkan usaha di bidang lain. Karena itu, Bisnis rumah makan juga termasuk bisnis yang memiliki risiko tinggi.

Namun di samping sisi yang memiriskan itu, bisnis rumah makan merupakan bisnis yang menjanjikan keuntungan yang besar. Marjin  yang didapat  bisa 50% hingga 100%. Keuntungan besar ini sudah bukan rahasia lagi. Karena itu bisnis ini selalu dipadati pelaku. Ibaratnya, mati satu tumbuh seribu. Lalu bagaimana supaya menjalankan bisnis ini tak terjerumus ke jurang kebangkrutan?

Salah satunya adalah bagaimana kita membuat suatu perencanaan dan perekrutan sumber daya yang baik dan berkualitas.

Persiapan pertama untuk membuka bisnis ini adalah kesiapan mental,  bagaimana kita menghadapi tantangan ketakutan dan keraguan akan kegagalan. Setelah langkah pertmama ini, kini menyangkut masalah operasional dari rencana usaha kita. Masalah-masalah teknis yang menyangkut seluk beluk pekerjaan perlu disiapkan rapi. Mulai dari menghitung kemampuan diri, keterampilan yang dimiliki yang menyangkut bidang pekerjaan itu, untuk usaha rumah makan minimal harus mengerti masakan. Bisa pintar memasak, lebih baik lagi ahli memasak. Namun, untuk menjadi pengusaha rumah makan tidak harus menjadi ahli memasak dulu, tetapi yang terpenting adalah mampu mengelola usaha tersebut, karena tenaga ahli dapat direkrut kapanpun kita siap.

Persiapan lainnya, adalah tersedianya prasarana dan sarana. Pengertian tersedianya bukan berarti harus menjadi miliknya, tetapi bisa diperoleh dari meminjam atau menyewa terlebih dahulu, kecuali memang tersedia dana yang cukup yang sengaja diinvestasikan ke usaha Anda untuk jangka panjang.

Prasarana adalah hal-hal kemudahan bersifat fisik maupun non fisik yang mendukung pengoperasian sarana-sarana atau alat-alat. Sedangkan sarana adalah alat-alat untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu. Dalam usaha rumah makan, maka yang termasuk prasarana adalah tempat yang strategis, tenaga ahli (juru masak), modal usaha, dan izin usaha, sedangkan meja kursi, peralatan makan, peralatan masak, dan sebagainya adalah sarana.

Berikut ini adalah beberapa tips memulai usaha rumah makan:

  1. Bukalah usaha ini ditempat yang strategis, banyak orang lalu lalang, dipinggir jalan raya, cukup banyak kendaraan yang lewat. Tempatnya tidak perlu terlalu besar dulu, sesuaikan dengan modal dan toleransi kita  menghadapi risiko usaha. Mengenai design lay-out dan interior rumah makannya tentunya harus bisa menonjolkan ciri khas dari rumah makan kita. Kita dapat berkonsultasi langsung dengan ahlinya, namun sebaiknya kita sendiri juga mempunyai ide sebelum berkonsultasi dengan ahlinya.
  2. Usaha rumah makan juga sangat sensitif terhadap rasa, karena itu penting sekali dalam merekrut koki/ahli masak  yang betul-betul ahli dibidangnya. Juallah masakan yang terbaik dan bermutu tinggi. Jangan coba-coba membuka rumah makan jika tidak ada juru masak yang hebat masakannya. Sebaiknya kita lakukan beberapa kali percobaan tentang enak tidaknya masakan yang akan dijual dengan melibatkan beberapa orang sebagai “konsumen”. Setelah mereka semua menyatakan enak, kita baru boleh membukanya.
  3. Mengurus izin usahanya. Bisa izin usaha dari RT/RW atau keamanan setempat. Namun secara prinsip, yang saya maksudkan adalah berbadan hukum yaitu dengan akte notaris. Hal ini sangat diperlukan bila usaha kita di pinggir jalan raya dan melibatkan beberapa pekerja. Tidak perlu mendirikan PT atau CV, misalnya cukup dalam status UD (Usaha Dagang) milik perseorangan, yaitu usaha kita yang disahkan oleh notaris. Kemudian perizinan lain seperti NPWP. Namun jangan sampai izin usaha ini justru  menghalangi niat kita mendirikan usaha. Toh bisa bertahap: izin RT terlebih dahulu,barulah melengkapi perizinan yang lain apabila usaha kita mempunyai prospek yang bagus untuk kedepannya.
  1. Mengenai pemilihan nama, sebaiknya bukan hanya mudah dikenal, tetapi juga akrab dan sesuai. Nama juga jangan terlalu panjang dan harus mudah diingat. Harap diperhatikan juga untuk tidak menganggap remeh persamaan nama dengan rumah makan lain. Sebab bisa menimbulkan persengketaan. Perhatikannlah merek-merek yang sudah ada, lalu bikin yang berbeda.

Adapun untuk Tanggung jawab Sosial dalam usaha rumah makan ini akan dibahas pada postingan selanjutnya🙂.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s